My Journal
Blog

Timeline

Blog

Menolak Jodoh Dari Orang Tua

Kajian islam, kewajiban menikah  – Menikah adalah ibadah, dengan menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Bagi mereka yang muslim dan muslimah yang telah cukup umurnya sungguh di wajibkan baginya untuk segera melakukan pernikahan.

Karena dengan menikah mereka telah membuka banyak pintu surga untuknya dan mendirikan batas penghalang yang kokoh antara dirinya dengan neraka.

Namun di dalam prosesnya menuju pernikahan tidak lah semudah seperti yang di impikan bagi sebagian orang. Karena Jodoh dan segala hal yang terkait jodoh membutuhkan pertimbangan dan kehati-hatian yang dalam dan cara yang benar dalam menentukan pilihan.

Untuk menentukan pilihan seseorang yang akan menjadi jodohnya seorang muslim dan muslimah di anjurkan melalui cara-cara yang islami yaitu ta’aruf dan untuk memantapkan hati bisa melakukan shalat istikharah.

Jodoh seseorang datang tak pernah di rencanakan dan di sangka oleh manusia, tetapi sudah di gariskan waktu dan ketetapan takdirNya namun untuk mendapatkannya manusia di haruskan untuk berusaha.

Namun ada juga bagi sebagian orang jodoh itu datang lewat campur tangan orang tua. Orang tua yang mencarikan dan melakukan perjodohan untuk anak-anaknya. Terkait hal ini bagi mereka yang akan di jodohkan boleh saja menolaknya ketika merasa tak cocok atau sreg. Hal ini dibenarkan dan tidak berdosa.

Karena menikah itu murni hak anak. Orang tua tidak boleh memaksa anaknya untuk menikah dengan seseorang yang tidak disukai anaknya. Dalilnya:

Dari Abu Said al-Khudri, bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa putrinya. Orang ini mengatakan, “Putriku ini tidak mau menikah.” Nabi memberi nasihat kepada wanita itu, “Taati bapakmu.” Wanita itu mengatakan, “Aku tidak mau, sampai Anda menyampaikan kepadaku, apa kewajiban istri kepada suaminya.” (merasa tidak segera mendapat jawaban, wanita ini pun mengulang-ulangi ucapannya).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kewajiban istri kepada suaminya, andaikan di tubuh suaminya ada luka, kemudian istrinya menjilatinya atau hidung suaminya mengeluarkan nanah atau darah, kemudian istrinya menjilatinya, dia belum dianggap sempurna menunaikan haknya.”

Spontan wanita itu mengatakan, “Demi Allah, Dzat yang mengutus Anda dengan benar, saya tidak akan nikah selamanya.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada ayahnya, “Jangan nikahkan putrimu kecuali dengan kerelaannya.” (HR. Ibn Abi Syaibah no.17122)

Bahkan jika orang tua memaksa dan anak tidak ridha kemudian terjadi pernikahan, maka status kelangsungan pernikahan dikembalikan kepada anaknya. Jika si anak bersedia, pernikahan bisa dilanjutkan, dan jika tidak maka keduanya harus dipisahkan. Di antara dalilnya adalah

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhuma beliau menceritakan, “Ada seorang gadis yang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan bahwa ayahnya menikahkannya sementara dia tidak suka. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hak pilih kepada wanita tersebut (untuk melanjutkan pernikahan atau pisah).” (HR. Ahmad 1:273, Abu Daud no.2096, dan Ibn Majah no.1875). Allahu a’lam.[]

 

Kajian islam, kewajiban menikah, menikah, anjuran pernikahan, jodoh, menentukan pilihan, menentukan jodoh, mencari jodoh, ta’aruf, shalat istikharah, jodoh lewat orang tua, di jodohkan, menolak jodoh,