My Journal
Blog

Timeline

Blog

Menikah di Usia Muda - Awal dan Awaliyah

Belum lama ini beredar viral di dunia maya tanah air yang memuat pernikahan bocah asal bulukumba di usia 14 tahun Awal dan Awaliyah. Pernikahan mereka menjadi heboh dan terkenal karena usia si pelaku pernikahan masih dalam kategori usia anak dalam sistem perundangan perkawinan di Indonesia. 

Menurut UU pernikahan di Indonesia dikatakan pasangan ini belum memenuhi syarat pernikahan. Si mempelai istri masih sangat muda berusia 14 tahun , secara kesehatan rahimnya belum siap untuk mempunyai anak, sisi emosionalnya juga masih sangat labil , begitu juga dengan mempelai pria yang cenderung sama mempunyai tingkat emosional yang labil.

Karenanya pernikahan ini tidak tercatat di kantor urusan agama manapun, namun akhirnya pernikahan awal dan awaliyah ini tetap terlaksana -nikah sirih. Pernikahan ini adalah secara menurut agama islam. Karena dalam islam syarat terjadinnya pernikahan sudahlah terpenuhi: seperti adanya pasangan yang akan dinikahkan, adanya mahar, adanya saksi pernikahan, dan wali serta penghulu yang menikahkan . 

Nah sekarang saya ingin melihat dari sisi lainnya... yak sisi agama... untuk sisi agama mari kita lihat

يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)

Di sini agama islam malah mewajibkan kepada siapa saja yang pemuda dan pumidi yang telah baligh / dewasa maka di anjurkan baginya untuk segera menikah, menyempurnakan 1/2 diinnya.

Ada banyak manfaat yang di pandang oleh agama islam ketika seseorang mendahulukan menikah di usia muda, diantaranya :

1. Menjaga diri dari dosa

Sebagaimana sabda Rasulullah tersebut, menikah di usia muda itu lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan.

2. Menikah di usia muda lebih bahagia

Sebuah hasil riset, mengatakan persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun - National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS).

Kenapa pasangan muda bisa lebih bahagia? Sebab mereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya dengan apa adanya dengan segala kekurangannya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa enjoy dengan kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang sedikit.”

3. Lebih puas dalam bercinta

Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Kembali sebuah hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.

Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya dan lebih hangat farjinya…”

4. Dengan menikah di usia muda emosi lebih terkontrol

Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.” Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21.
Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.

5. Lebih mudah meraih kesuksesan

Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.

6. Lebih baik bagi masa depan anak-anak

Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Namun yang lebih penting dari itu, menikah di usia muda dan memiliki buah hati di usia muda, saat Anda belum mapan secara ekonomi berarti Anda dapat mendidik anak-anak secara langsung merasakan pahit getirnya kehidupan. Artinya mereka telah mencicipi perjuangan Anda. Dan jangan sampai anak-anak hanya tahu fasilitas dan hidup enak tanpa merasakan hidup adalah perjuangan.

Wallahu a’lam bish shawab.

 

kira-kira segitu dulu pandangan beberapa kelebihan menikah di usia muda dilihat dari sudut pandang agama