My Journal
Blog

Timeline

Blog

Tips Memeriksa Transmisi Matic Pada Mobil Bekas

Kalau anda sudah menjatuhkan pilihan untuk membeli mobil bekas matic, ini ada beberapa saran dari saya sudah dirangkum dari berbagai sumber, juga berdasar pengalaman sendiri yang pernah membeli mobil matic bekas. Membeli mobil matic bekas/second sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang karena begitu banyak mobil bekas yang dijual, baik mobil bertransmisi manual atau otomatis/matic. Susahnya karena tidak semua mobil matic bekas yang dijual dalam kondisi bagus.

Nah berdasar pengalaman pribadi dalam membeli mobil matic bekas, ada baiknya kamu memperhatikan juga alasan kenapa sipenjual menjual mobilnya... ini berlaku kalau kamu memilih membeli mobil bekas dari pemakai...ya...Ada beberapa alasan mengapa orang menjual mobil matic mereka, yaitu

1) Karena mereka sudah bosan dan mau mengganti mobil matic baru;

2) Butuh uang mendadak, sehingga mau tidak mau menjual mobil maticnya;

3) Ada persoalan administrasi, misalnya ketidaksesuaian nama/alamat pemilik dalam dokumen kendaraan dengan KTP;

4) Perubahan kebutuhan mobil dengan kapasitas lebih banyak/sedikit karena bertambah/berkurangnya jumlah anggota keluarga; dan

5). Mobil maticnya sudah menunjukkan gejala bermasalah atau rusak. Dari pada memperbaiki butuh biaya besar, mereka memilih menjualnya dan mengganti mobil matic yang lain.

Melihat alasan di atas, idealnya kita membeli mobil matic dari orang yang menjual mobil maticnya karena 4 alasan pertama di atas. Bukan karena mobil maticnya sudah menunjukkan gejala bermasalah/rusak. Tetapi mencari alasan yang sesungguhnya mengapa seseorang menjual mobil matic memang tidak mudah. Karena bisa saja mobil maticnya sudah menunjukkan gejala bermasalah/rusak, demi mobil maticnya cepat terjual dia beralasan butuh uang, atau alasan lainnya. Celakanya, ada juga beberapa orang “nakal” yang mencoba memanipulasi kondisi mobil matic agar seolah-olah bagus dan tidak sedang bermasalah.

Nah dalam artikel ini saya akan coba fokus dan tips soal bagian sistem transmisi matic yang baik dalam mobil bekas.

1. Cek Kondisi Oli Matic

Pastikan dulu kondisi oli matic (ATF), masih bagus atau tidak. Nyalakan mobil, posisikan tuas transmisi (umumnya) di N (netral). Biarkan mesin mencapai suhu kerja, dan matic dalam kondisi panas. Cabut dipstick  oli transmisi dan perhatikan kondisi cairannya, lihat ketinggian dan warna oli maticnya. Apakah volume oli sudah sesuai spesifikasi dan warna olinya merah segar, atau sudah keruh bahkan menghitam. Kalau sudah menghitam (cenderung hitam), ada indikasi oli matic sudah lama tidak diganti atau ada masalah internal dalam transmisi. Tanyakan kapan terakhir mengganti oli matic. Kalau belum lama, dan pemakaian belum banyak, bisa jadi ini pertanda awal internal transmisi tidak dalam kondisi bagus.

Oli transmisi seharusnya berbau normal. Jika baunya menyengat, maka sudah banyak kandungan kontaminan pada oli. Bahkan bisa jadi ini merupakan indikasi Anda harus melakukan overhaul  transmisi. Adanya kontaminan pada oli juga bisa Anda rasakan dengan jari tangan. Jika Anda merasakan ada gram, maka ada serpihan logam yang tercampur dengan oli.

2. Periksa Body Transmisi dari Kebocoran

Mudah saja melakukannya. Anda tinggal melihat body unit transmisi matic apakah belepotan oli, atau debu bercampur oli atau tidak. Kalau ada lihat dari mana saja rembesannya. Apakah dari celah blok transmisi atau dari karet seal. Kalau rembesan dari celah blok, lebih baik menghindarinya.

3. Periksa Lampu Indikator

Masih dalam kondisi mesin menyala, geser tuas transmisi ke segala posisi P R N D 2 1/L atau lainnya. Pastikan nyala lampu indikator di panel instrumen sama dengan posisi tuas transmisi. Pastikan juga lampu overdrive (OD/OFF) menyala saat tombol OD ditekan. Pastikan juga ketika Anda menggeser tuas transmisi dan memosisikannya di posisi tertentu, apakah MIL (malfuction indicator lamp) menyala atau tidak. Untuk memastikan apakah ada gangguan dalam sistem kontrol transmisi, atau tidak.

4. Dengarkan Bunyi/Suara

Perhatikan dengan cermat, saat mesin dalam kondisi hidup dan tuas transmisi digeser ke posisi R, D atau yang lainnya, adakah suara/bunyi-bunyi aneh yang muncul dalam unit transmisi. Pertanda Mobil Matic Rusak, untuk tahu secara detail.

5. Lakukan Test Drive Matic

Coba semua fungsi perpindahan tuas transmisi. Pada kondisi mesin menyala sambil menginjak pedal rem, coba pindahkan tuas transmisi ke semua posisi. Jika kondisinya masih normal, tuas akan berpindah dengan mudah. Tidak muncul entakan yang keras. 
Andai muncul entakan keras, selain karena ada kerusakan pada komponen seperti mekanisme internal dari tuas, juga bisa terjadi akibat ECU yang rusak. Mobil ini jelas perlu dihindari. Karena tingginya biaya untuk reparasi transmisi maupun mengganti ECU tidak jauh berbeda. 

6. Lakukan Perpindahan Gigi Saat Tes Drive

Pastikan ketika transmisi melakukan perpindahan gigi secara otomatis, tuas tidak terasa bergetar. Perhatikan juga indikator posisi gigi pada panel instrumen sesuai dengan posisi tuas atau tidak. Anda juga dapat merasakan jeda waktu yang muncul sejak tuas dipindahkan hingga transmisi memberi respons. Dalam kondisi normal, jeda waktu tak lebih dari 2 detik. 

7. Respon Saat KickDown

Transmisi otomatis memiliki beberapa perbandingan gigi. Sebaiknya Anda menguji responsnya ketika melaju dari semua tingkat percepatan itu. Pastikan respon ketika Anda melakukan kickdown  dengan cara menginjak penuh pedal gas berlangsung cepat. 

8. Perpindahan Halus untuk Matic CVT

Transmisi CVT tidak mengalami perpindahan gigi berkat penerapan dua buah puli yang terhubung dengan belt.  Jika Anda tidak merasakan kehalusan ketika berakselerasi, maka bisa dipastikan transmisi itu sudah bermasalah. 

9. Periksa Getaran Mobil

Coba pindahkan tuas ke L atau 1, lalu jalankan mobil hingga 3.000 rpm. Pada kondisi transmisi masih normal, rasakan bila ada getaran bodi yang berlebihan. 

10. Uji Slip

Untuk menguji slip, Anda dapat mengendarainya mobil melewati jalan menanjak. Jika masih normal, slip yang terjadi sangat minim. Jika Anda mendapati putaran mesin naik tapi tidak selaras dengan pertambahan kecepatan, maka transmisi sudah mengalami slip. Jika slip sudah berlebih, mobil pun sulit untuk menanjak. 

11. Ajak Teman

Mengajak teman yang sudah familier dengan mobkas incaran Anda menjadi solusi lebih efektif ketika test drive  ketimbang mengajak mekanik. Terlebih jika teman Anda memiliki mobil yang sama sejak baru. Karena teman Anda sudah hafal, ia dapat menggunakan feeling-nya untuk merasakan apakah performa transmisinya masih normal atau tidak. 

Semoga artikel di atas dapat memberi manfaat bagi khalayak.