3 Perilaku Cerminan Rasa Syukur Seorang Mukmin

Syukur adalah cerminan bagi setiap manusia yang beriman. Adalah sesuatu yang umum bagi setiap manusia apapun agamanya untuk mengucapkan syukur apabila memperoleh kebahagiaan. Namun di dalam islam dan bagi setiap mukmin rasa syukur itu tercermin dari 3 hal penting. Apabila dan bagaimana seorang mukmin tersebut berprilaku jika dihadapkan pada 3 hal tersebut memberikan kita tanda rasa syukurnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Pertama

Dari hadist di atas yang pertama adalah rasa syukur nya seorang mukmin ia adalah mengingat Allah dikala memperoleh kebahagiaan. Cermin rasa syukur dari hal ini sungguh tidal hanya cukup mengucapkan Alhamdulillah. Adalah bagaimana mengaplikasikan rasa syukurnya dalam berbagai tindakan nyata yang selalu mengingat dan menjadikan diri ini lebih dekat denganNya. Contohnya adalah meningkatkan kualias sholat nya, dan doanya, juga berbagi kepada sesama sebagai pengingat kepada Allah bahwa nikmat yang diperoleh ini tidak datang sendiri melainkan ada bantuan dan campur tangan Allah di dalamnya.

Kedua

Masih berdasarkan hadist di atas, bahwa cerminan rasa syukur seorang mukmin bukan hanya saat mereka di beri berbagai kenikmatan, tetapi juga dikala mereka terkena musibah. Sungguh takdir dan musibah yang diberikan Allah kepada diri setiap mukmin adalah sebuah ujian. Ujian bagi umatnya untuk naik kelas, melalui ujian dan musibah tersebut Allah ingin meninggikan derajat hambanya.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : ‘ Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi (2) Dan sesunggunya KAMI  telah menguji orang2 yang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang2 yang benar dan sesungguhnya DIA mengetahui orang2 yang dusta (3).” (Al-Qur’an, surat Al – Ankabuut (29), ayat 2-3).

Melalui musibah dan ujian yang Allah berikan kepada hambanya juga bentuk rasa cinta Allah kepada hambanya agar selalu dekat denganNya. Maka sudah sepatutnyalah seorang mukmin berperilaku apabila ia terkena musibah ia banyak memohon ampun pada Allah mengucapkan “Astagfirullahalazhim” karena manusia adalah mahluk yang lemah dan jangalah berputus asa. Sungguh setelah Allah mengujimu Allah dengan kesulitan Allah akan memberimu kebahagiaan dan kemudahan. Diantara kesulitan yang kamu alami Allah sudah memberimu kemudahan. Janji Allah itu tertuang dalam surat al-insyirah ayat 5 dan 6.

5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(Al insyirah ayat 5-6)

ketiga

Cerminan rasa syukur seorang mukmin itu terlihat ketika ia senantiasa menyesali bahwa ia telah melakukan dosa dan kesalahan. Karena pada hakekatnya manusia adalah hamba yang lemah dan gampang untuk berbuat dosa. Seorang mukmin yang taat setiap waktunya ia selalu memperhitungkan baik dan buruknya perilaku yang ia perbuat. Ia akan selalu berhati-hati dalam bersikap, senantiasa menjaga dirinya untuk menjauhkan dosa dan apa yang dilarang Allah. Lebih dari itu ia selalu menghitung dosanya..ia takut atas segala dosanya..ia selalu bermuhasabah atas segala tindak tanduknya.

“Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).

Melalui muhasabah dan menyesali dosanya..seorang mukmin senantiasa selalu ingat dan dekat dengan sang maha pencipta. Melalui muhasabah juga ia menunjukkan bahwa ia bersyukur atas segala nikmat Allah.

Akhir kata adalah sungguh menakjubkannya keadaan seorang mukmin. Bagaimanapun keadaannya, dia tetap masih bisa meraih pahala yang banyak melalui rasa syukurnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kita pertolongan-Nya kepada kita untuk mensyukuri nikmat-Nya dan menjadikan kita hamba-Nya yang pandai bersyukur.

 

 

 

rasa syukur, cerminan rasa syukur, bersyukur pada Allah, wujud rasa syukur, perilaku rasa syukur, muhasabah, mengingat Allah ,


You may also like