Ilmu dan Makrifah

shalat, Rukun Islam, Rukun Iman

Ilmu yang hanya sebatas dalam pikiran dan tidak pernah direalisasikan serta tiada buahnya dalam dunia nyata, bisa jadi madharatnya lebih banyak daripada manfaatnya bagi dirinya. Rasulullah meminta perlindungan Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Al-hasan ra berkata, ilmu ada dua, ilmu lisan dan ilmu hati. ilmu hati adalah ilmu yang bermanfaat dan ilmu lisan adalah ilmu yang akan menjadi hujjah (bukti) bagi Allah atas seorang hamba.

Ilmu yang bermanfaat adalah segala apa yang menyentuh hati dan menyebabkan hati menjadi tenang, takut, tunduk kepada Allah, dan merendahkan diri dihadapanNya. Jika ilmu tersebut tidak menggetarkan hati, tetapi hanya ada pada lisan, ia akan menjadi hujjah Allah atad bani Adam dan menjadi saksi bagi pemiliknya.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan Ibnu Mas’ud ra “Sesungguhnya, betapa banyak yang membaca al-quran, namun derajat mereka tiada bertambah. Tetapi, jika ia mampu menggetarkan hati dan melekat di dalamnya ia akan bermanfaat bagi pemiliknya”.

Kemuliaan ilmu terkait dengan kemuliaan hal yang ia ketahui. Jika ilmunya terkait Allah, baik dalam asma maupun sifatNya, ia akan menjadi ilmu yang paling mulia. Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa pada saat meninggal dunia Umar bin Khattab berkata “Sungguh sembilan per sepuluh ilmu telah meninggal dunia.” Para sahabat menyanggah. “Mengapa engkau berkata begitu, bukankah, di antara kita ada para sahabat yang mulia?” Ia menjawab, “Sesungguhnya yang saya maksudkan adalah ilmu kepada Allah.”

Ilmu inilah yang oleh Abu hanifah disebut dengan AlFiqh AlAkbar.

Betapa manusia sangat membutuhkan ilmu semacam ini, karena tiada kehidupan hati, tiada kenikmatan dan ketenangan hati  kecuali mengenal Rabb nya, Zat yang ia sembah, Sang Pencipta dengan asma, sifat, dan perbuatanNya.

Makrifah adalah inti dari ilmu, kedudukan ilmu dibandingkan makrifah bagaikan kedudukan iman terhadapa ihsan. Ia adalah ilmu khusus, spesifikasinya lebih khusus dan mendalam dari ilmu. Ia berhubungan dengan ri’ayah (perhatian), sehingga lebih dicintai dari yang lain, dan orang yang berusaha untuk menggapainya lebih mulia dari mahkluk yang lain.

Makrifah lebih khusus dari ilmu. Ia adalah buah dari ilmu yang bermanfaat dan melahirkan wibawa, pengagungan, serta khusyuk. Hamba yang lebih makrifah kepada Allah, ia akan menjadi orang yang paling khusyuk kepadaNya.

Kekhusyukan dalam hati setiap orang tergantung dari derajat makrifah yang mereka miliki. Bagaimana mungkin orang yang tidak mengenal Allah akan menjadi khusyuk?..

ilmu, makrifah, arti ilmu, mengenal allah, mengenal ilmu allah, arti makrifah, mengenal makrifah, ilmu dan makrifah, khusyuk


You may also like