Jalan Membayar Hutang

meminjam uang, hukum meminjam uang

Pagi itu datang seorang pengusaha ekspedisi kepada gurunya yang bernama Habib Umar bin Hud Al-Attas (almarhum). Pengusaha tersebut mengeluhkan beban hutang usaha yang tidak lagi sanggup ia pikul.

Tumpah-ruah isi hatinya yang menanggung kegundahan akibat hutang tersebut. Sudah banyak cara ia tempuh, dan pagi itu Allah Swt. mengantarkan langkah kakinya untuk berjumpa seorang guru yang ia cintai, seorang hamba Allah yang shalih bernama Al-Habib Umar bin Hud Al-Attas.

“Bib…, tolongin saya agar saya mampu bayar hutang!” pinta sang pengusaha.

“Memangnya berapa besar hutang yang kamu punya?!” tanya sang guru menyelidik.

“Cukup besar, Bib…! Andai rumah dan seluruh asset perusahaan yang saya punya dijual, hutang tersebut juga belum lunas,” jelas sang pengusaha.

“Tidak ada yang besar…! Semua masalah jadi besar kalau kita mengukurnya dari diri kita yang kerdil ini! Tapi kalau kita mengukurnya dari Allah Yang Maha Besar, maka semuanya menjadi kecil. Betul gak?!” tanya Habib Umar kepada pengusaha.

“Ya, Bib…! Gak ada masalah yang besar kalau Allah sudah bantu. Tapi bagaimana caranya agar Allah bantu saya bisa bayar hutang?!” kejar pengusaha itu lagi.

“Caranya doa dong yang sungguh-sungguh kepada Allah! Dia khan bilang bahwa setiap doa pasti terkabulkan!!!”

Merasa sudah mulai terbuka jalannya, pengusaha itu pun mengejar lagi, “Terus doa yang mujarab apa, Bib?”

Maka Habib Umar Al-Attas pun menyampaikan doa yang pernah diajarkan Rasulullah Saw. kepada Abu Bakar Ra.

“Aisyah ra. menyampaikan bahwa ayahnya pernah datang dan bertanya kepadanya, apakah dia pernah mendengar doa yang diajarkan Rasulullah Saw. kepada Abu Bakar. Aisyah menjawab bahwa ia belum pernah mendengarnya.

Abu Bakar ra. menjelaskan bahwa Nabi Isa bin Maryam as. pernah mengajarkan doa ini kepada para sahabatnya dan beliau berujar, “Bila kalian memiliki hutang sebesar gunung dari emas lalu berdoa kepada Allah Swt. dengan doa ini, pasti Allah Swt. akan memberinya jalan untuk bisa bayar hutang.”

Doa tersebut adalah:
اَللَّهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ، كَاشِفَ الْغَمِّ، مُجِيْبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّيْنَ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، أَنْتَ تَرْحَمُنِيْ فَارْحَمْنِيْ بِرَحْمَةٍ تُغْنِيْنِيْ بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

“Allaahumma Faarijal hamm.
Kaasyifal ghamm.
Mujiiba da’watal mudhtharriin.
Rahmanad dun-ya wal aakhirah wa rahiimahuma.
Anta tarhamunii, farhamnii birahmatin tughninii bihaa ‘an rahmati man siwaak.”

“Ya Allah, Yang berkuasa menyingkap kegalauan.
Yang Mampu menghilangkan segala kesedihan.
Engkaulah Zat Yang Menjawab permohonan orang yang terdesak.
Engkau Sang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat.
Engkau senantiasa merahmatiku, maka rahmati-lah aku dengan sebuah rahmat yang mencukupkanku dari meminta kepada selain-Mu.”

Abu Bakar berujar usai menjelaskan doa tersebut kepada putrinya Aisyah bahwa ia memiliki hutang dan beliau adalah orang yang tidak suka berhutang, “Aku berdoa kepada Allah dengan doa tersebut sehingga aku memiliki keuntungan usaha yang banyak hingga bisa membayar hutang.” (Al-Mustadrak alas Shahihain, karya Al-Hakim)

***
Usai menjelaskan doa terbebas dari hutang tersebut, maka Habib Umar menceritakan pengalamannya.

“Saya juga pernah berhutang, dan saya banyak berdoa kepada Allah agar mudah menyelesaikannya. Saya bertekad ingin sekali membayar hutang!” papar sang Habib.

“Saya pernah membeli sepetak tanah di Singapura dari warga keturunan India di sana. Saya beli pakai installment alias cicil alias hutang,” jelas Habib.

“Namun saya selalu berdoa kepada Allah Swt agar saya bisa segera menyelesaikan hutang tersebut. Rasanya gak enak kalau ngutang, khawatir gak ada umur dan kita gak diterima Allah di akhirat gara-gara hutang…. Namun di samping selalu berdoa kepada Allah saya juga pasang niat untuk bayar hutang.

Setiap punya uang saya selalu sisihkan untuk bayar…hingga saatnya Allah Swt benar-benar mengabulkan permintaan saya!!!” jelas Habib Umar dengan mata berbinar.

“Bagaimana ijabah doa itu?!” tanya sang pengusaha tidak sabar menanti penjelasan.

“Tiba-tiba dari tanah tersebut keluar pasir putih dalam jumlah yang banyak. Hingga para produsen kaca, gelas dan perabot membeli dengan harga mahal pasir putih yang keluar dari tanah tersebut…

Melihat banyak orang berdatangan untuk membeli pasir putih dengan harga mahal, maka sang pemilik tanah pun datang menghampiri saya. Dia menawarkan, andai kata saya berkenan membagi separuh tanah yang saya beli darinya, maka saya tidak perlu membayar apa-apa. Sebab ia menaksir bahwa ia sudah amat untung bila bisa menjual pasir putih kepada para pengusaha kaca yang membutuhkan.

Maka saya pun sepakat atas tawarannya, sebab tanah tersebut meski dibagi separuh masih terlalu luas untuk dibangun sebuah rumah di atasnya,” terang Habib Umar.

“Namun begitu perjanjian dibuat dan saya bisa mendapatkan tanah tersebut dengan gratis tanpa bayar dan mencicil hutang, maka Allah Swt berkehendak pasir putih pun tidak lagi keluar dari permukaan tanah…,” tutup sang Habib.

“Subhanalllah….!!!” pekik sang pengusaha terperanjat mendengar penuturan tersebut.

Tidak lama setelah itu sang pengusaha berpamitan dari rumah Habib Umar. Senang sekali rasanya ia mendapatkan jurus ampuh untuk bayar hutang yang baru ia dengar dari gurunya.

Ia pun semakin giat dan rajin berdoa kepada Allah Swt agar diberi kemudahan dalam urusan hutang.

Dan benar saja, hanya dalam tempo singkat pengusaha tersebut bisa keluar dari jerat hutang yang hampir menyita semua asset yang ia punya.

Percayalah, doa kepada Allah Swt. bisa menyelesaikan semua masalah. Apalagi cuma hutang!

Wassalam

taken from Kauny.com
___________________
hutang, beban hutang, membayar hutang, melunasi hutang, cara menulasi hutang, membayar hutang, pertolongan allah, kasih allah, jalan allah


You may also like