Ketika Keluarga Menjadi Musuh Dalam Selimut

keluarga sakinah, keluarga samara

Keluarga pada hakekatnya adalah orang yang paling dekat dengan diri kita, bersama keluarga kita selalu memulai hari dan mengakhiri hari. Bersama keluarga harusnya kita bisa bersama ke surga. Bersama keluarga pula kita belajar untuk lebih dekat dan selalu mengingat Yang Maha Kuasa.

Namun ada kalanya dimana keuarga justru menjadi musuh bagi mu. Yaitu ketika kamu menjadi jauh dari sang maha pencipta, karenanya kesalahan itu dimulai dari keluarga.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka”. QS. At-Taghabun (64): 14.

Ketika keluarga mengajak menuju target semu duniawi. Ketika keluarga mu menjadi obsesi untuk kamu mengejar dunia mu hingga kamu melupakan akhirat. Disaat itulah keluarga menjadi musuh mu, musuh dalam daging mu.. musuh yang menjauhkan mu berpaling dari Nya. Ada kalanya kau menunaikan kewajiban sebagai suami dan kepala keluarga memenuhi kebutuhan , tetapi ada satu takdir mu sebagai hamba Allah yang juga senantiasa harus selalu ingat, dan berada dalam jalannya.

Janganlah kamu lalai mengejar kebahagiaan semua dengan istilah keluarga dan karenanya menjadi alasan kamu melupakan tugas mu sebagai seorang muslim. Telah cukup bagimu apa yang di tuliskan dalam Alquran bahwa kamu harus bisa bersikap tegas lagi bijaksana membawa, mengajarkan, dan memberikan keluarga harta yang halal, mendidik mereka menjadi manusia sholeh dan sholehah. itu saja…

wassalamualaikum

________________________

alquran, tugas kepala keluarga, musuh dalam selimut, orang paling dekat, tugas seorang mukmin, tugas seorang muslim


You may also like