Khusyuk Iman Dan Khusyuk Nifak (Munafik)

Dalam hal ini, Ibnu Qayyim berkata, “Khusyuknya orang beriman adalah khusyuknya hati kepada Allah dengan mengagungkan, memuliakan, membesarkan, menghormatiNya, dan malu kepadaNya.” Dengan demikian, hati tunduk kepada Allah dengan penuh ketundukan karena rasa takut, malu cinta, dan menyaksikan nikmat Allah serta rahasia-rahasianya, Hal ini akan menjadikan hati seseorang khusyuk sehingga akan diikuti oleh seluruh anggota tubuh lainnya.

Seseoranh yang khusyuk kepada Allah adalah hamba yang berhasil meredam nyala api syahwat, dan asap syahwatnya telah reda dari dadanya sehingga hati menjadi terang dan didalamnya terpancar cahaya keagungan. Nafsu telah mati karena rasa takut dan keagungan zat yang meliputinya, sehingga seluruh fisiknya reda dan terkendali, hatinya mengagungkan dan merunduk kepada Allah.

Khusuk munafik adalah khusyuk yang tampak dibuat-buat oleh anggota tubuh, sedang hatinya tidak khusyuk. Ini adalah tindakan berpura-pura khusyuk, yakni keadaan ketika indera seseorang sengaja dibuat-buat menjadi tenang, sementara nafsu yang ada didalamnya menyala-nyala dipenuhi syahwat dan keinginan.

Ia berpura-pura khusyuk di kulit luarnya saja, sementara ular lembah dan singa lapar berdiri diantara dua tebing menanti mangsanya.

Dari Mana Datangnya Khusyuk ?

Khusyuk yang terjadi dalam hati sesungguhnya merupakan pancaran makrifah (pengenalan atau pengetahuan) kepada Allah, makrifah akan keagungan, kebesaran, dan kesempurnaanNya.Barang siapa yang memiliki makrifah yang lebih kepada Allah, ia akan lebih khusyuk kepadaNya.

Kekhusyukan dalam hati berbeda-beda tergantung dari tingkatan makrifah seseorang kepada Dzat yang ia sembah. Demikian pula, tergantung pada kesaksian dan penghayatan hati terhadap sifat-sifat yang menyebabkan khuyuk.

Khusyuk iman, khusyuk nifak, khusyuknya orang munafik, khusyuk munafik, datangnya khusyuk, darimana khusyuk, makrifah,


You may also like