Memberi Arti PerjuanganMu

Perjalanan ini terasa amat melelahkan, berat dan penuh pengorbanan. Satu persatu badai dan halang rintangan silih berganti datang…namun aku tak perduli…Yang penting bagiku cukup… Alhamdulillah bagiku dan keluargaku…

Pernyataan di atas benar adanya, tapi tak berapa lama datang suatu teguran, tak pernah di duga, dan di prediksi sebelumnya.. yah itu begitu mengusik semua kenyamanan ini… sungguh ini suatu tanda

Tanda agar aku berbenah, untuk memperbaiki diri lagi, tak cukup sampai disini. Perjalanan dan perjuanganku masih cukup panjang terbentang. Wajah mungil mereka menguatkan asa ini…Aku mulai bergerak dan menyadari kalau ada yang salah…

Ya kesalahan itu dari rasa nyaman yang semu, kenapa itu semu karena itu bukan dibangun dari, oleh mu, dan untuk mu. Itu di bangun untuk yang lainnya. Sementara aku bingung seperti hal nya orang yang salah jalan dan kehilangan arah. Akan kah aku biarkan hidup ini mengalir begitu saja laksana air ?

Aku ingin tak begitu saja, bagaimana air itu bisa dimanfaatkan oleh banyak orang disekitarnya. Dan tak hanya mengalir dan terus mengalir menuju laut hingga tak bisa memberi arti bagi yang lain. Kamu boleh saja mengalir, dengan segala kapalmu, kemewahanmu, dan amunisi yang kamu punya untuk terus menuju laut sebagai persinggahan terendah, dimana kamu akan menemukan banyak lain yang seperti mu berkumpul dan telah tiba di pelabuhan laut mu.

Sementara sejenak melihat dan menikmati perjalanan mu kamu lewatkan begitu saja itu berlalu adanya… Ada banyak tanaman yang kering, banyak juga mati, ada juga tanaman yg subur akarnya kuat menghujam ke tanah dan terus semakin besar di tempatnya. Kamu terus saja berlayar dan belum melakukan sesuatu.

Tidakkah kamu tergerak untuk mereka, untuk perjalananmu, untuk menjadi lebih berarti bagi hidupmu, untuk hidupmu, untuk perjuanganmu, untuk yang kamu cintai dan mencintaimu, untuk semua yang ingin melihatmu, merindukan mu, kehadiran mu.

Rupanya kamu harus mengubah hidup mu, jawaban itu adalah jawabnya. Itu ada di tangan mu, dirimu. Ada yang kurang dalam perjuanganmu. Rasa haus itu terasa sekali seperti ini, Ini tak boleh terjadi terus menerus, dikala sumber airmu mulai mengecil, akankah kamu terus paksakan perjalanan mu hingga laut terakhirmu…

Kamu lah kini yang harus mencari air itu sendiri, untuk mu, untuk keluargamu, untuk mereka yang mencintaimu dan kamu cintai. Sumber yang kamu buat sendiri, yang kamu proses sendiri yang kamu kepalai sendiri. Kamu harus belajar itu. Kamu harus mulai itu…ayolah…semangat…itu memang tak mudah mencari, menggali dan memproses mengeluarkan air itu… tapi ketika air itu keluar…itu tak akan pernah berhenti…bahkan air itu bisa jadi akan semakin banyak, bisa memberikan kamu kekuatan yang bisa memberikan arti bagi banyak orang… belajarlah kawan…sungguh semuanya itu dimulai dari sekarang ! semangat ! chayo !

Rasulullah SAW:

عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (أخرجه البيهقى)[1]

Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menykai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi).

perjuangan hidup, semangat hidup, perjalanan hidup, arti hidup, memberi arti hidup,

 


You may also like