Mengenal Khusyuk Dalam Shalat

shalat, Rukun Islam, Rukun Iman

Mengenal Khusyuk

Kemampuan untuk menghadirkan kekhusyukan dalam shalat bukanlah hal yang mudah. Khususnya, pada zaman penuh syahwat, syubhat, dan berbagai fitnah serta kerusakan yang bertebaran seperti saat ini.

Oleh karena itu, Sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman mengabarkan, khusyuk adalah hal pertama yang akan hilang dari umat ini. Dia berkata, “Pertama kali yang akan hilang dari agama kalian adalah khusyuk dan hal terakhir yang akan hilang adalah shalat. Bertapa banyak orang yang shalat, tapi tiada kebaikan di dalamnya. Boleh jadi, saat engkau masuk sebuah masjid untuk shalat berjamaah, hamper tiada engkau jumpai di dalamnya orang yang khusyuk.” (riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya MAdarij As-Salikin)

Definisi Khusyuk

Pemahaman mendalam dan terperinci tentang kata dan makna khusyuk adalah langkah pertama yang sangat berpengaruh untuk memulai, mengamalkan, dan menerapkan kekhusyukan. Tiada jalan meraih kekhusyukan, kecuali setelah memiliki pengetahuan tentang khusyuk itu sendiri, baik secara bahasa maupun istilah.

Menurut Ibnu Mandzur dalam kamusnya, Lisan Al-Arab berkata “Khusyuk adalah menundukkan pandangannya ketanah, menurunkan dan merendahkan  suaranya” Dimaksudkan disini tunduk dengan hati, suara, dan pandangan mata. Sebagaimana firmanNya.

“Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya.” (Al-Ma’arij:44)

“Dan merendahlah semua suara kepada Rabb yang Maha Pemurah .”(Thaha:108).

Sedang Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam bukunya AL-Khusyu’ berkata “Arti dan asal kata al-khusyu adalah kelembutan, ketenangan, ketundukkan, dan kerendahan hati.”

Jika hati menjadi khusyuk, ia akan diikuti oleh seluruh anggota badan. Karena anggota badan akan mengikuti hati. Sebagaimana hadist nabi “Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah, jika ia baik maka seluruh jasad pun menjadi baik. Jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, ia adalah hati.”

Begitu pula pendapat Ibnu Qayyim menuturkan “Secara bahasa, khusyuk berarti  merendahkan diri, hina, dan tenang.”

“Dan merendahlah semua suara kepada Rabb yang Maha Pemurah .”(Thaha:108).

Dari berbagai pengertian yang telah disampaikan di atas perihal Khusyuk, dapat  disimpulkan bahwa khusyuk mencakup beberapa makna berikut :

  1. Hina dan menunduk. Makna ini mencakup wajah dan mata. Dengan pandangan yang merunduk merendahkan matai kebawah memberikan tanda bahwa kita tunduk selalu pada Allah.
  2. Rendah dan tenang . Allah berfirman :
    “Dan merendahlah semua kepada Rabb yang maha pemurah” (Thaha:108)
  3. Merendahkan dan menundukkan diri.
    “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah”(Al-Hasyr:21)

Maka Istilah

Kata Khusyuk berporos pada maknanya secara umum, mencerminkan sifat orang-orang yang beriman dan salah satu kedudukan iman. Nah dari makna khusyuk yang umum tersebut terurai menjadi makna khusyuk dalam shalat, berikut penjelasan pada ulama tentang makna khusyuk.

Umar bin Khatab berkata kepada seorang pemuda yang telihat menundukkan kepalanya. “Wahai anak muda, angkatlah kepalamu, sesungguhnya khusyuk itu tidak lebih dari amalan hati.”

Ali bin Abi Thalib menuturkan “Khusyuk itu tempatnya di hati, bersikap ramah kepada sesame muslim, dan tidak menoleh saat mendirikan shalat.”

Imam Qurtubi bertutur saat menjelaskan ayat ke 45 surah albaqarah dalam tafsirnya. “Khusyuk adalah sebuah kepribadian jiwa yang terpancar pada penampilan lahiriah dalam bentuk tenag dan menundukkan diri.”

Ibnu Taimiyah menuturkan dalam kitab Al-Iman “ Khusyuk memiliki dua makna. Pertama, menundukkan diri dan merasa hina. Kedua Tenang dan tumakninah. Semua itu menuntut agat hati ini menjadi lembut dan menolak sifat keras. Khusyuknya hati mencakup peribadatan kepada Allah dan ketentramannnya.”

Kesimpulan

Kita telah melihat bahwa ada diantara para ulama yang mengartikan khusyuk dengan buah dan hasilnya. Dari sini dapat disimpulkan, khusyuk berasal dari dalam hati dan hal itu tercermin dalam ketenangan, ketundukkan, kelembutan, ketakutan, dan kehinaan kepada Allah .

Dengan demikian, seseorang akan berdiri dihadapan Rabbnya dengan kehadiran hati, akal, serta tunduk dan khusyuknya seluruh anggota badan. Pendorong terwujudnya semua itu adalah sikap hormat dan cinta terhadap keagungan Allah Rabb alam semesta.

 

Khusyuk, makna khusyuk, denifisi khusyuk, khusyuk menurut bahasa, khusyuk menurut ulama, khusyuk menurut imam, pengertian khusyuk, khusyuk menurut istilah, khusyuk dalam shalat,

 


You may also like