Niat dalam islam

niat dalam islam

Niat dalam islam adalah hal yang amat penting. Bukankah segala perbuatan manusia dimulai dari niatnya? meskipun nanti hasil yang di dapat belum tentu sesuai dengan apa yang di harapkan. Islam memandang niat adalah hal yang sangat penting bagi amalan seorang hamba. sebuah hadist shohih riwayat bukhari muslim :

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)

Sedang niat itu sendiri menurut kaidah bahasa berasal dari bahasa arab berarti mengingini sesuatu dan bertekad hati untuk mendapatkannya. Al-Azhari mengatakan bahwa kalimat ( Nawaakallahu ) artinya adalah ’semoga Allah menjagamu,` Orang Arab juga sering berkata (Nawaakallahu) dengan maksud ’semoga Allah menemanimu dalam perjalanan dan menjagamu.’ Dengan kata lain ( Niyyatu ) berarti kehendak atau ( Alqosdu ), yaitu yakinhya hati untuk melakukan sesuatu dan kuatnya kehendak untuk melakukannya tanpa ada keraguan.

Fungsi niat

Seorang ulama Ibnu Rajab Al-Hambalirahimahullah menyebutkan dalam kitab beliau Jami’ al-‘ulum wal hikam, menyebutkan 2 fungsi niat antara lain :

Pertama, Membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, atau membedakan antara ibadah dengan kebiasaan.

Kedua, Membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Jadi apakah seorang beribadah karena mengharap wajah Allah ataukah ia beribadah karena selain Allah, seperti mengharapkan pujian manusia.
(Lihat: Jami’ al-‘ulum wal hikam, hal. 67).

Salah satu contoh fungsi niat yang kedua adalah dalam hal sholat …kita akan mengucapkan 2 niat yg berbeda dalam hal niat sholat..contoh sholat sunnah rawatib dan sholat fardu..kedua nya mempunyai niat berbeda walapun gerakan dan bacaannya sama.

Niat dalam islam menentukan besaran pahala yang akan di peroleh hambanya dalam mengerjakan suatu amalan

Seperti perkataan seorang alim; Abdullah bin Mubarakrahimahullah,

رب عمل صغير تعظمه النية، ورب عمل كبير تصغره النية

Boleh jadi amalan yang sepele, menjadi besar pahalanya disebabkan karena niat. Dan boleh jadi amalan yang besar, menjadi kecil pahalanya karena niat. ”

Kita dapat menyimpulkan bahwa niat akan mempengaruhi kadar pahala yang diperoleh seorang hamba. Semakin murni keikhlasannya, semakin besar pahala yang akan ia dapat. Walau amalan yang ia lakukan ringan. Dan Semakin kecil kadar keikhlasan seorang hamba; walau amalan yang ia lakukan adalah amalan yang berpahala besar, namun bila keikhlasan dalam hatinya kecil, maka semakin kecil pula pahala yang ia peroleh.

Adapun beberapa pendapat ulama lain yang mendukung pentingnya niat dalam islam :

Yahya bin Abi Katsir rahimahullah,

تَعَلَّمُوا النِّيَّةَ فَإِنَّهَا أَبلَغُ مِنَ العَمَل

ِ
“Pelajarilah niat, karena ia lebih dahulu sampai di sisi Allah daripada amalan“

Mutharrif bin Abdullah rahimahullahberkata,

صَلاَحُ القَلبِ بِصَلاَحِ العَمَلِ، وَ صَلاَحُ العَمَلِ بِصَلاَحِ النِّيَّة

ِ
Baiknya hati adalah dengan baiknya amalan. Dan baiknya amalan adalah dengan baiknya niat

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah,

مَا عَالَجتُ شَيئًا أَشَدُّ عَليَّ مِن نِيَّتِي لأَنَّهَا تَتَقَلَّبُ عَليّ

َ
“Tidak ada sesuatu yang paling berat untuk saya obati, kecuali masalah niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik dalam diriku“.


You may also like